empty
 
 
26.03.2026 12:57 AM
EUR/USD. Dalam Cengkraman Ketidakpastian: Laporan IFO yang Kontradiktif dan Ekspektasi Badai Geopolitik

Pasangan EUR/USD terus diperdagangkan dalam kisaran sempit, mencerminkan kebimbangan baik di pihak pembeli maupun penjual. Pada hari Selasa, penjual mencatat level terendah di 1,1558 namun menutup hari perdagangan di kisaran 1,16. Pembeli juga gagal mengambil inisiatif pada pasangan ini: setelah menyentuh puncak di 1,1629 (level tertinggi hari Selasa), mereka tidak mampu mempertahankan level tersebut dan turun ke 1,1611 pada akhir sesi perdagangan hari Selasa.

This image is no longer relevant

Pada hari Rabu, para pelaku pasar kembali "berputar-putar" dalam koridor harga yang relatif sempit. Pembeli EUR/USD berupaya menembus level resistance di 1,1630 (garis atas Bollinger Bands pada grafik 4 jam), sementara penjual mencoba menekan harga menembus level support di 1,1570 (garis tengah Bollinger Bands pada time frame yang sama). Namun, pada praktiknya pasangan ini terus bergerak dalam kisaran tersebut, memantul naik turun di sepanjang batas-batasnya.

Dukungan latar belakang bagi pembeli EUR/USD datang dari rilis indeks IFO pada hari Rabu. Berbeda dengan data ZEW yang mengecewakan, laporan hari Rabu justru terlihat cukup kontradiktif.

Indeks iklim bisnis utama di Jerman sedikit berada di atas konsensus pasar, meskipun tetap mencerminkan dinamika negatif. Bulan ini, indeks turun ke 86,4 — level terendah sejak Februari tahun lalu, sementara sebagian besar analis memperkirakan penurunan yang lebih tajam ke 86,1.

Komponen lain dari laporan tersebut — indeks penilaian kondisi saat ini dari IFO — melampaui ekspektasi para ahli, dengan tetap berada di level bulan sebelumnya, yaitu 86,7 (padahal diperkirakan turun ke 86,0). Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha Jerman menilai posisi mereka saat ini lebih tangguh daripada perkiraan banyak analis.

Namun, indeks ekspektasi justru mengecewakan. Indeks ini bukan hanya turun dari level Februari sebesar 90,2 menjadi 86,0 (terendah sejak Februari 2025), tetapi juga berada di bawah sebagian besar proyeksi (86,6). Hal ini tidak mengherankan, karena di sinilah pesimisme utama terkait geopolitik dan harga energi tercermin.

Perlu juga dicatat adanya kesenjangan sektoral: sementara pesimisme meningkat di sektor industri, sektor jasa menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap guncangan saat ini. Secara keseluruhan, laporan yang dipublikasikan pada hari Rabu ini mengindikasikan bahwa pelaku usaha Jerman (untuk saat ini) belum melihat memburuknya kondisi saat ini secara tajam, tetapi lebih pesimistis terhadap prospek ke depan.

Sinyal yang saling bertentangan dari laporan IFO tersebut pada dasarnya tidak banyak membantu baik pihak pembeli maupun penjual EUR/USD.

Faktor geopolitik juga menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Amerika Serikat secara bersamaan mengirim sinyal adanya terobosan diplomatik dengan Iran (yang dibantah oleh pihak Iran), sembari meningkatkan kehadiran militernya di kawasan.

Contohnya, pada hari Selasa, Donald Trump menyatakan bahwa AS dan Iran, melalui perantara, telah mencapai kesepakatan pada 15 poin dari sebuah kemungkinan perjanjian di masa depan. Secara khusus, menurut Trump, Teheran "telah setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir."

Menurut The New York Times, rencana Washington menyangkut program misil balistik Iran, program nuklir negara tersebut, serta persoalan pelayaran maritim. Selain itu, sumber Iran yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa Pakistan atau Turki dapat menjadi lokasi perundingan yang ditujukan untuk menurunkan eskalasi perang di Teluk Persia.

Di tingkat resmi, Iran membantah adanya kesepakatan apa pun dengan AS. Setidaknya di ruang publik, Teheran menunjukkan posisi yang tidak mau berkompromi. Sebagai contoh, seorang perwakilan tinggi angkatan bersenjata Iran menyebut pernyataan Trump sebagai "operasi psikologis", dengan menegaskan bahwa orang-orang Amerika sedang bernegosiasi "dengan diri mereka sendiri" demi menstabilkan pasar minyak dan mempersiapkan siklus eskalasi baru.

Perlu dicatat bahwa serangan-serangan AS terhadap Iran sebelumnya (baik tahun ini maupun tahun lalu) memang didahului oleh sinyal-sinyal "lunak" atau penuh harapan dari Trump. Oleh karena itu, kekhawatiran Iran dalam konteks ini cukup beralasan. Terlebih lagi, Amerika Serikat terus memperkuat keberadaan militer mereka di kawasan tersebut. Pentagon sedang mengerahkan kembali pasukan khusus, Marinir, dan pasukan terjun payung ke Timur Tengah. Di kalangan militer, tengah dibahas skenario perebutan Pulau Kharg, yang menjadi jalur sekitar 85–90% ekspor minyak Iran. Jika negosiasi gagal (artinya Iran menolak "rencana de-eskalasi" 15 poin tersebut), Trump kemungkinan akan berupaya "mematikan" perekonomian Iran melalui penguasaan fisik terhadap terminal-terminal minyaknya.

Ada pula faktor lain — bisa disebut sebagai "bahan renungan". Tenggat ultimatum yang sempat diundur jatuh tempo pada hari Jumat, sementara Trump hampir selalu memulai eskalasi serius setelah pasar global tutup untuk akhir pekan (lagi-lagi mengacu pada pola operasi sebelumnya).

Taruhannya sangat tinggi: jika operasi yang direncanakan tersebut berhasil (bagi AS), Iran akan kehilangan hampir seluruh aliran valuta asingnya, dan para pemimpinnya akan dihadapkan pada pilihan: menerima "15 poin kesepakatan" yang terkenal itu atau menghadapi default internal. Dalam jangka pendek, pasar minyak bisa melonjak ke kisaran 120–130 dolar (karena ketidakpastian), tetapi dalam jangka menengah harga dapat jatuh tajam jika AS menjamin keamanan pelayaran di Selat dan/atau melanjutkan pengiriman minyak di bawah kendalinya.

Namun, jika operasi militer untuk merebut Pulau Kharg gagal (misalnya pasukan pendarat menghadapi pertahanan yang efektif, menderita kerugian besar, dan/atau gagal mempertahankan pulau tersebut), harga minyak bisa melesat ke 150–200 dolar dengan segala konsekuensi yang mengikutinya.

Di tengah ketidakpastian seperti ini, setiap keputusan trading tampak berisiko. Jika rumor mengenai negosiasi antara AS dan Iran terkonfirmasi (kedua pihak sepakat menggelar satu putaran pembicaraan), minat terhadap aset berisiko akan kembali menguat, dan pasangan EUR/USD akan kembali stabil di kisaran angka 1,16. Namun, semakin dekat tenggat ultimatum tanpa ada kemajuan diplomatik, posisi dolar sebagai aset lindung nilai akan semakin kuat.

Dalam kondisi seperti ini, baik posisi beli maupun jual di pasangan EUR/USD tampak kurang dapat diandalkan: dunia seakan menahan napas menunggu penyelesaian geopolitik dengan hasil yang sama sekali sulit diprediksi.

Ringkasan
Urgensi
Analitik
Irina Manzenko
Mulai berdagang
Dapatkan keuntungan dari perubahan nilai mata uang kripto dengan InstaForex.
Unduh MetaTrader 4 dan buka perdagangan pertama Anda.
  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $1000 lebih banyak!
    Pada April kami mengundi $1000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS

Artikel yang direkomendasikan

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback